
* batu bintangkah ? entahlah..
setelah menghabiskan pagi bermain air di Pantai Bocor kemudian refuel perut dengan Sate Ambal, maka diputuskan buat pulang dulu kerumah mertua buat mandi
dan istirahat sebentar, setelah selesai acara beres-beres dirumah, colek istri buat segera duduk dijok belakang siCupu, pakai helm, sarung tangan, jaket, putar kontak ON, brummmmm perjalanan dilanjutkan..*pelan-pelan saja 
lokasi-nya tidak jauh dari rumah, tak lebih satu jam perjalanan, meski sudah sedikit siang tapi panasnya tdk menyengat kulit seperti panas-nya kota semarang haha memang langit jg tidak terlalu cerah pagi itu, jalan menuju lokasi cukup bersahabat bagi kendaraan tidak terlalu menanjak tapi tetap harus ekstra hati hati karena banyak tikungan-tikungan buta dimana kita tidak tahu ada atau tidak kendaraan dari arah berlawanan.
kiri kanan jalan cukup banyak hutan bambu dan pohon, membuat jalanan cukup ‘iyup’ alias sedikit teduh dari sinar matahari, udara nya pun khas pedesaan indonesia, kondisi jalan yang relatif sepi meskipun sedang weekend menambah ‘rasa’ senang dalam menikmati perjalanan.
setelah beberapa saat ‘memacu’ siCupu tak lebih dari 60Kpj, xixixi di sebuah tikungan terlihat papan plang penunjuk jalan yang bertuliskan PLTA Wadaslintang kemudian sisi petunjuk yang lain bertulis Wonosobo xx KM, sein kiri, beberapa meter didepan ada gerbang penarikan tiket masuk, berhenti sebentar buka kaca helm…oleh petugas yang jaga dimintai karcis permotor seharga 5rb saja, 5rb sih tapi sempet bikin bingung karena dompet saya dimasukkan tas istri dan tas itu ditaruh di box belakang haha, males turun motor dan buka box akhirnya mengumpulkan recehan yang masih tersisa disaku pakaian xixi, untungnya cukup..:D
beberapa meter dari gerbang masuk sudah terlihat waduk ini dari jalan yg dilalui, hmmm menjajikan nih viewnya *batin sy , dan akhirnya kesampaian juga main ke bendungan/waduk wadaslintang.

Wadaslintang, berasal dari kata wadas yang berati batu cadas , dan lintang yang berarti bintang, konon dinamai demikian karena banyak ditemukan batu cadas dan batu lintang di sekitar daerah sini (serpihan pecahan batu meteor mungkin lebih tepatnya), CMIIW IMHO

waduk ini terletak antara dua kabupaten yaitu Kebumen dan Wonosobo, selain digunakan sebagai sumber air irigasi juga digunakan untuk PLTA, memelihara ikan dgn karamba, memancing dll, menurut info yang saya dapat waduk buatan ini dibangun selama 7 tahun di era pemerintahan ordebaru dan harus merelokasi 7000 penduduk desa, lokasi waduk ini cukup mudah diakses saat melewati jalan raya Purworejo – Kebumen, ikuti saja plang papan nama di pertigaan jalan depan terminal prembun, Kebumen, jalan menuju waduk wadaslintang juga merupakan salah satu jalan alternatif menuju Wonosobo

dibanding dengan obyek sejenis yang jauh lebih populer seperti Telaga Sarangan Magetan, menurut saya Waduk Wadaslintang dari segi pemandangan, kebersihan lebih bagus dan lingkungan yang lebih asri, tapi untuk suhu udara masih enakan di Sarangan karena lebih ademmmmm
, pengelolaan obyek pun kayanya belum maksimal, penginapan atau hotel belum tampak di seputaran area ini, begitupula tempat makannya juga sedikit, menu yang dijual juga hanya jajanan biasa, mungkin dengan konsep wisata air seperti ini makanan sejenis ikan bakar tentunya passssss banget sesuai tema apalagi ditemani segarnya air kelapa muda slurppppp xixixi

dibawah waduk wadaslintang ini berdiri PLTA Wadaslintang, dari atas terlihat semburan air dari turbin PLTA yang menarik perhatian dengan suaranya yang bergemuruh, mengalir ke sungai yang air-nya bening sangattttt, ahh andaikan lebih terkelola arung jeram di sungai ini bakal menarik

pengunjung yang tidak terlalu ramai serta lingkungan waduk sekitarnya yang cukup bersih jadi bikin betah berlama-lama disini menikmati pemandangan di bawah pohon besar yang banyak tumbuh di pinggir waduk dengan iringan angin sepoi-sepoi bersama orang-orang terkasih..cieeeeee…:D



meski belum 100% eksplore tempat ini tapi sy cukup puas dgn impresi awal tempat ini, pemandangan dan suasananya bagus, kayanya bakal kesini lagi pas sore hari, menyaksikan matahari terbenam atau sekedar memutari waduk dengan perahu sewaan yang ada
apik… lebih punya taste…
Selamat datang di Kebumen
ajib ya
jalan menuju ke wds lintang asik kan bro,
ayo kapan ke sarangan maneh…
klo ngumpul bareng kya dulu asikkk
Hotel?koyone pngalaman banget ki..kabuuúúúrrr..xixixi
wah apik..
wah nek awan2 ngono yo sepi pak, cubo nek sore jan ruamene puol cah nom2 do eksis….
aku urung tau
Beli Viar Lebih Untung…!!
Analogi perbandingan harga jual kembali motor Viar dibandingkan dengan motor pabrikan lain
Membeli Viar adalah Investasi yang sangat tepat..!!,tidak percaya?,mari kita hitung hitungan
Beli Motor Viar Star Z,Harga OTR = Rp.8.200.000,setelah dipakai 3 Tahun,harga Jual kembali dapat mencapai 5,5 juta,harga terendah 4,5 juta,kita ambil yang kerugian terbesar menjadi kerugian yg diderita adalah 4,5juta
bandingkan dengan apabila Anda mengambil Investasi motor pabrikan merk lain
harga OTR nya Rp.15.500.000,setelah dipakai 3 Tahun Harga Yang diterima Showroom Motor Bekas paling tinggi adalah Rp 9 juta,kalau kondisi motor tersebut kurang baik bisa saja hanya dihargai Rp 7 juta,maklum harga part orisinil motor ini tergolong mahal
Kerugian Investasi = Rp. 15.500.000 – Rp. 8.000.000 = Rp. 7.000.000
dari sini jelas sekali bukan lebih besar mana kerugian yg diderita oleh konsumen akibat depresiasi harga jual motor..!??
apabila kondisi itu diterapkan ke Motor Viar Star Z yg OTR nya hanya Rp 8.200.000 maka Motor Viar hanya dihargai Rp 1.200.000,tentu sangat tidak logis dan tidak masuk akal sebuah motor hanya dihargai dengah harga seperti itu,Konsumen pun berhak marah apabila motor nya ditawar oleh showroom dgn harga 1,2 juta saja…!,tentu keadaan tsb tidak logis diterapkan untuk motor Viar
belum ditambah kerugian akibat borosnya penggunaan BBM,penggunaan BBM motor ini 3x lipat lebih boros dibanding motor Viar,maklum Motor ini memiliki cc diatas 120 ,apabila Anda mengisi Bensin motor Viar Rp 20.000 per minggu / Rp 80.000 per bulan,maka anda harus mengeluarkan Rp 240.000 perbulan,kerugian bertambah menjadi Rp 160.000 belum ditambah mahalnya Pajak Kendaraan Bermotor karena motor ini mengusung CC yg sangat tinggi
Perincian Kerugian motor Merk lain
Depresiasi harga Jual : Rp. 7.000.000
Pemborosan BBM : Rp. 160.000 x 12 bulan x 3 tahun = Rp 5.760.000
Mahalnya Pajak : Rp. 50.000 x 3 Tahun = Rp. 150.000
Mahalnya Service & Spare Part : Rp. 250.000 x 3 Tahun = Rp. 750.000
Kerugian = 7.000.000 + 5.760.000 + 150.000 + 750.000
Total Kerugian Selama 3 Tahun = Rp 13.660.000
Kerugian Perbulan = Rp. 13.660.000 / 36 bulan = Rp 379.000
BAYANGKAN…!!!,dengan kerugian perbulan yg hampir mencapai Rp. 400.000,dengan kerugian sebesar itu anda bahkan dapat mencicil Motor Viar Star Z yg cicilannya hanya 300 ribuan per bulan
SEGERA Tinggalkanlah motor Boros dan Tidak Ekonomis seperti itu,sudah saatnya Kita dapat berhidup Hemat namun tetap Trendy!
Kayaknya viewnya bagusan Sempor kang…apalagi kalo perbukitan di sekitarnya(terutama yg dr arah Banjarnegara) direboisasi total…
siap menuju Sempor
tp sempor debit airnya masih kalah banyak dibanding di wadaslintang, sempor ‘kering’ saat ini
Waktu sy balita, Sempor berjaya, banyak sekali turis lokal… wong parkiran jg penuh dg bus besar. Sekarang sekarat. Untuk membangkitkan kejayaannya banyak faktor yg hrs dibenahi, salah satunya REBOISASI TOTAL!!!!!
mantabbb
http://belitong.wordpress.com/2012/11/23/opini-siapa-yang-berani-duluan-main-sport-retro/
Rung tau malah aku… apik ya
lumayanlah om secara dekat dan terjangkau lokasinya
tahun 1996,pernah jajal rute PREMBUN-BANJARNEGARA-WONOSOBO, ane pake GL-100 boncengan teman, ganti-gantian nyetir, karena kalo dah malam,mata agak rabun,hehehe. berangkat dari prembun dah ,magrib…..sampai banjarnegara jam 21:00, gak bisa liat apa-apa, lha peteng tenan jalur prembun-banjarnegara. Sampai banjarneghara,istirahat tidur di rumah ibadah, paginya jam 9:00 baru ngetes GL-100 naik ke dieng lewat Batur, sempat mampir beli gule kambing di batur, dan….. GL 100 gak kuat nanjak di salah satu tikungan plus tanjakan di dieng…. wkkkk………
pingin bgt ke wadas lintang, tp blm ada waktu, kr2 dr jogja brp kilo yo mas???
lima bulan berlalu dan saya baru mau posting bagian dua-nya. telat mampus deh ini tulisan. maaf ya saya udah janji janji palsu mau nyambung tulisan bagian 1 itu secepatnya. kenapa bisa lama banget baru disambung? kalau saya jelasin alasannya, nanti jadinya bakal panjang lebar karena banyak ngarangnya, makin nggak selesai-selesai ini ceritanya. [oke, ini alasan bagus] wis, dilanjut ah. selesai hujan yang bukan gerimis itu, ada yang datang nyamperin saya di warung dan ngajak ngobrol, kalau saya nggak salah ingat, namanya Ari, orang asli sekitaran sana, umurnya sekitar 24 tahun. obrol punya obrol, ternyata dia kadang-kadang jadi guide di Tangkuban Parahu ini, dari buat pengunjung lokal sampai guide buat yang nggak lokal. setelah tau saya cuma jalan sendirian, akhirnya beliau menawarkan diri untuk nganterin saya sampai ke dalam kawasan wisata Tangkuban Parahu dengan motor karena jalan kaki dari gerbang bawah itu lumayan jauh. nah, supaya ceritanya singkat, pokoknya beliau akhirnya jadi guide nggak resmi saya deh selama jalan-jalan ke kawah ini. setelah perjalanan beberapa menit dengan motor, akhirnya sampai juga di atas! mungkin karena masih pagi, udaranya beneran seger dan enak dinikmatin, terlepas dari bau khas kawah yang menyengat ya tentunya. pemandangan khas Kawah Ratu pun tersaji di depan mata saya. ini bukan pertama kalinya saya ke sini dan lihat pemandangan kawah ini, tapi rasa takjub nggak mau jauh-jauh tuh tiap saya main-main ke tempat ini.